Kehadiran UMKM tidak dapat dihindari dari negara kita  saat ini. Sangat banyak manfaat Keberadaan UMKM seperti dalam hal pendistribusian pendapatan masyarakat, menciptakan kreatifitas yang sejalan dengan usaha dan menyerap tenaga kerja dalam skala yang besar mengingat jumlah penduduk Indonesia yang besar sehingga hal ini dapat mengurangi tingkat pengangguran. 

Kredit usaha rakyat ((KUR) menjadi salah satu program pendanaan untuk UMKM yang dibuat oleh pemerintah. Salah satu kriteria dalam mendapatkan akses permodalan dari perbankan tersebut adalah

dengan adanya laporan keuangan usaha. Disamping itu tidak sedikit pelaku UMKM kesulitan dalam menyusun laporan keuangan yang disebabkan beberapa faktor seperti pendidikan yang rendah serta belum ada aturan yang mengharuskan UMKM membuat laporan keuangan. Dengan demikian cukup banyak kondisi keuangan UMKM tersebut yang tidak jelas.

Wujud dari Tridharma perguruan tinggi salah satunya yaitu pengabdian kepada masyarakat. Pada tanggal 20 Mei 2023 Tim Dosen dari STIE Perbankan Indonesia melakukan kegiatan PKM dengan tema ”Penyuluhan Pembuatan Laporan Keuangan Usaha Pada UMKM Di Kelurahan Lubuk Minturun, Kota Padang. Alasan Kelurahan Lubuk Minturun dipilih menjadi objek dari penyuluhan ini karena UMKM di Lubuk Minturun cukup banyak dan mempunyai potensi yang bagus untuk berkembang dan didukung juga oleh kondisi alam yang indah. 

Metode yang dilakukan pada PKM  ini yaitu: a) Transfer ilmu pengetahuan, dimana peserta diberikan informasi dalam membuat laporan keuangan usaha; b) Melakukan studi kasus dan contoh dalam pembuatan laporan keuangan pada UMKM. c) Group Discussion, peserta diberikan kesempatan memahami materi dan berdiskusi. 

Kegiatan diawali dengan tahapan pembukaan, yaitu tim dosen dan mahasiswa memperkenalkan diri dan kemudian salah satu memberikan sambutan. Selanjutnya, Tim PKM melakukan evaluasi prakegiatan yaitu sebelum pemberian materi. Hal ini bertujuan agar wawasan dan pengetahuan peserta mengenai perencanaan usaha dapat dikukur. Kegiatan ini dengan memberikan kuesioner untuk diisi peserta. Setelah itu disampaikan materi tentang pentingnya laporan keuangan untuk UMKM dan pengenalan laporan keuangan. Pemberian materi berlangsung 45 menit serta bahan materi diberikan kepada peserta, dengan demikian mereka dapat membaca lagi dengan lebih detail dan memahami dengan optimal. Kegiatan selanjutnya, sesi diskusi/ Tanya jawab dan peserta kegiatan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau mengemukakan pendapatnya. Selama berlangsungnya diskusi,  peserta antusias dan semangat, terdapat 5 orang peserta yang mengajukan pertanyaan, salah satunya tentang bagaimana memulai dalam membuat laporan usaha sedangkan belum pernah melakukannya. Setelah itu pemateri menjawab pertanyaan semua peserta. Kemudian dilanjutkan dengan materi yang kedua tentang jenis laporan keuangan dan juga diikuti dengan diskusi. Selanjutnya para peserta diarahkan agar dapat menyelesaikan studi kasus yang diberikan.

Diakhir acara Tim PKM dari STIE Perbankan Indonesia melakukan avaluasi bagaimana perubahan dari pemahaman peserta terkait pembuatan laporan keuangan dan acara di tutup dengan foto bersama